Kamis, 18 Desember 2014

Kentang

Kentang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak (TK) mengadakan sebuah ”permainan”.

Ibu Guru menyuruh tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa.... tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat, baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru: “Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 mingg
... baca selengkapnya di Kentang Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Lembaran Kertas Hijau

Lembaran Kertas Hijau Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Namaku rara aku sekarang bekerja di suatu perusahaan di kota surabaya, dulu aku mempunyai seseorang kekasih yang namanya fadli, iya.. fadli merupakan sosok yang sangat aku sayangi. Setelah hubungan antara aku dan fadli berakhir, fadli mulai menjauh dari kehidupanku, aku pun sadar akan hal itu tapi fadli menganggap hal itu sudah biasa, sudah berapa bulan aku dan fadli tak ada hubungan lagi, fadli sepertinya memang menjauh dari kehidupanku dan ingin melupakan aku tapi aku masih tidak bisa menerima semua ini karena aku sangat menyanyangi fadli, aku mencoba menelpon fadli ternyata nomornya masih diaktifkan tapi tak ada jawaban darinya.

Pada suatu hari aku tak sengaja membuka profil jejaringan sosial milik fadli di sana aku melihat dia sudah mempunyai seorang kekasih, melihat fadli sudah mempunyai pengganti aku semakin terpuruk akan hal itu, tapi tanpa seorangpun yang mengetahuinya termasuk fadli. setelah melihatnya semuanya tanpa ragu akupun mengirimi pesan teks lewat handponeku bermaksud hanya untuk memberikan selamat padanya, tapi hati ini begitu sakit me
... baca selengkapnya di Lembaran Kertas Hijau Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 17 Desember 2014

Tong Tong

Tong Tong Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Tong.. tong..”, bunyi gong kecil dari kejauhan. Terlihat seorang pria separuh baya yang sedang mengayuh gerobak kecil dengan box berisi jajanan di hadapannya melewati jalan di depan deretan rumah. Gedebug.. gedebug.. suara langkah dan teriakan memanggil-manggil ibunya begitu jelas di telinga dari radius 3 meter. Anak-anak kecil yang sedang asik bermain egrang berlari berhamburan menuju rumah mereka.

Tini kecil yang sedang asik bermain pun ikut-ikutan berlari pulang ke rumah. Langkah kakinya langsung lurus menuju dapur menemui emaknya yang sedang menggoreng pisang. Dia memegangi tangan emaknya sambil melompat-lompat kecil dengan mata yang berbinar-binar. Seperti sedang mencoba mengambil hati emaknya karena menginginkan sesuatu yang sudah menunggu di luar sana.

“Mak, aku belikan itu ya?”, ucap Tini sambil cengengesan pada emaknya.
“Itu apa?”, jawab emaknya sedikit menoleh.
“Itu yang tong tong itu”, jawabnya
“Itu jamu, pahit!”, jawab emaknya singkat dengan pandangan tidak bergeser dari penggoreng
... baca selengkapnya di Tong Tong Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Melawan Rasa Takut

Melawan Rasa Takut Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Fara lihat ini, kak Ame punya gambar bagus lho…” kata kak Ame.” Iya, gambar ini akan keluar dan makan fara,” tambah kak Tata seraya memperlihatkan gambar itu. Aku pun menjerit, lalu lari ke dapur mencari ibuku. “Bu… kak Ame dan kak Tata takut-takutin Fara dengan kertas itu lagi..” kataku merengek kepada ibuku.

Aku benar-benar takut dengan kertas itu. Kertas itu sebenarnya adalah cover buku yang telah tanggal dari bukunya. Cover itu bergambar pocong yang sangat menakutkan bagiku. Saat itu aku berumur 4 tahun. Aku sangat sering ditakut-takutin oleh kakak-kakakku dengan kertas itu. Aku juga jadi lebih sering mengadu kepada ibuku. Sebenernya sebelumya ibuku sudah menasehatiku dan kakak kakakku. “Fara itu kan cuma gambar, tidak mungkin keluar.” Itulah kata kata ibuku. Tapi tetap saja aku takut. Aku selalu berlari dikejar-kejar oleh kakakku sampai-sampai aku terjatuh. Itu semua karena gambar jelek itu dan karena gambar itu juga aku jadi sering mimpi buruk dan mengigau. Akhirnya ibuku memutuskan untuk membakar kertas itu…

10 tahun telah berlalu. Yang ada dalam pikiranku adalah ketakutanku. Mengingat itu semua membuatku ben
... baca selengkapnya di Melawan Rasa Takut Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Menjadi Pribadi Champion

Menjadi Pribadi Champion Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Surya Nurrachman

Kisah ini dimulai dari perjalanan hidup seorang Champion yang bernama “Alung” yang mempunyai sejak dia beumur 15 tahun, perjalanan hidupnya tidak mudah. Berawal dari ketidak mampuannya berbahasa Inggris sehingga dalam kepepet dia nekat menciptakan sebuah tekad bulat dengan membalikkan keadaan tidak dari segi angka 4 di rapot menjadi angka 8.

Perjalanan hidupnya waktu SMA yang sukanya bola dan baru sadar setelah lulus SMA dan terpaksa kuliah sekretaris karena keterbatasan biaya, kerjanya nggak nyambung di bagian AutoCAD yang pada akhirnya turut berkontribusi atas hadirnya 30 gedung bertingkat termasuk UNTAR dan RS. Husada.

Kemudian mengumpulkan uang selama 2 tahun untuk kuliah, dimana orang lain seangkatannya sudah diwisuda, dia malah baru masuk kuliah. Tetap bertahan untuk kuliah walaupun menempuh jarak yang jauh yaitu Jakarta – Cikarang naik bis, lanjut kuliah ke S2, selesai kuliah S2, rumah terbakar, meniti karir dari menjadi yang terbaik sampai mencapai posisi puncak, namun akibat krisis moneter dia pun ikut di Rasionalisasi.

Sejak itu dia banting stir ke bidang webmaster dan ingin pindah ke Amerika namun
... baca selengkapnya di Menjadi Pribadi Champion Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 14 Desember 2014

Saksi Bisu Pengorbanan Guru

Saksi Bisu Pengorbanan Guru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sebuah rumah reyot berdiri di pinggir desa kecil ibu kota. Tak banyak kendaraan yang lewat. Paling-paling yang ada hanya becak dan angkutan umum kecil. Satu jam, satu angkot. Rumah reyot itu keadaannya sudah lama tak terurus. Penghuninya sudah meninggalkan dia menuju ke Ibu kota. Yang menjadi temannya adalah angin, burung-burung kecil yang berkicau juga suara deru mesin kendaraan bermotor ketika ada yang melintasi jalanan penuh batu. Dia merasa kesepian. Tulisan ‘RUMAH DIJUAL’ yang tulisannya sudah hampir tak terbaca lagi itu tetap berdiri mendampinginya di bagian depan meski agak rapuh jua. Dia menanti tuannya yang baru. Dia terus menanti.. menanti.. sampai akhirnya penantian panjang itu membuahkan hasil.

Sebuah kendaraan bermotor terparkir di depan rumah. Awalnya, rumah pikir bahwa kendaraan bermotor itu adalah kendaraan yang hanya sekedar markir karena mogok di jalanan. Tapi, nyata tidak. Ia berusaha menilik kembali dari celah-celah rimbunnya dahan pepohonan tua yang menghalangi pemandangannya. Nampak seorang wanita muda turun dari motor. Ia datang seorang diri dan perlahan-lahan mulai masuk ke dalam rumah. Ia juga membawa beberapa barang bawaannya masuk. Wanita itu sempat melihat-lihat pemandangan sekitar rumahnya. Beberapa saat kemudian, dia tersenyum. Lalu mencabut palang “Rumah Dijual”. Rumah tampak senang. Ia t
... baca selengkapnya di Saksi Bisu Pengorbanan Guru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Diantara Mahasiswa dan Dosen

Diantara Mahasiswa dan Dosen Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jam menunjukkan pukul 08.00 WIB. Chintya Aryanto menuju ke ruang kelas perkuliahan dengan langkah gontai. Ketika sampai dalam kelas, Ibu Darmayanti, dosen matakuliah Pengantar Ekonomi Makro menyambut dengan nada sinis, “selamat sore,” diikuti dengan gelak tawa mahasiswa dalam kelas tersebut. Seolah sudah terbiasa dengan perlakuan tersebut, Chintya dengan cuek langsung menuju ke tempat duduk kosong di pojok kanan belakang kelas. Hari ini adalah hari pertama perkuliahan semester genap di Universitas Merah Putih Jakarta. Namun Chintya, salah satu mahasiswi Jurusan Ekonomi-Akuntansi yang kini menjajaki semester kedua perkuliahan sudah datang terlambat selama 60 menit. Pantas saja dosen bersikap ketus padanya. Selama perkuliahan pun, Chintya nampak tidak mempedulikan kicauan Ibu Darmayanti yang menyerukan permasalahan ekonomi makro. Chintya malah asyik menggambar-gambar dengan pensil 2B yang menari-nari di atas kertas A4. Tidak terasa, jam akhirnya berputar sampai pukul 09.00 WIB. “Sekian materi saya hari ini, sampai jumpa di pertemuan berikutnya,” kata Ibu Darmayanti mengakhiri perkuliahannya. “Yes,” seru Chintya dalam hati sambil merapikan mejanya dan segera menuju
... baca selengkapnya di Diantara Mahasiswa dan Dosen Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1